Skip to content
February 11, 2009 / kingthunder

Thank you, Sir ..

Banyak hal ngaak berjalan sebagaimana menurut pandangan kita, apalagi kalau kita berjalan dalam suatu tempat yang baru. Dengan doa, iman dan Suara Tuhan yang menuntun akhirnya gue berada di tempat gue sekarang berada. Menghadapi hal2 yang sungguh upside down dan bertolak belakang dengan iman percaya gue. Melihat banyak hal yang orang lakukan untuk menghidupi diri membuat hati gue sedih dengan apa yang terjadi saat ini. Ini bukanlah sebuah sinetron  namun kisah nyata kehidupan manusia hari2 ini.

Setiap kali memandang mata2 mereka, timbul belas kasihan yang dalam akan apa saja yang telah mereka tempuh dalam menjalani hidup mereka. Ada amarah yang membara dalam hati, melihat mammon memperbudak kehidupan banyak sekali pribadi. Seseorang harus berdiri layaknya Musa sebagai pemimpin seperti Musa yang membawa keluar Israel dari perbudakan Firaun. Gw udah mual dengan pola sistim dunia yang membinasakan banyak jiwa2. Secara fisik mereka hidup namun secara roh mereka sudah menjadi tuli, buta, tidak ada lagi ada tujuan2 dalam hidup mereka selain memuaskan daging mereka.

Gw lahir dan dibesarkan dalam menara doa. Sejak lahir baru dalam kasih karunia-Nya, Tuhan membawa gue di menara. Mengajarkan banyak hal tentang kerajaan-Nya. I have seen bagaimana Tuhan mendirikan menara dan bagaimana Ia juga meruntuhkan menara. Jujur gue sangat senang berada di menara, banyak hal tercipta di menara, hal2 yang supranatural dan tanpa batasan ruang dan waktu. Dengan doa, you can go around the world and change the atmosphere dari satu bangsa.

Gw sempat sedih waktu melihat bagaimana menara yang gua sayangi runtuh just like that. Namun gue ngerti kenapa hal itu harus terjadi. Tuhan sedang mengajarkan kemurahan dan keadilan-Nya. Sebelum menara itu runtuh, sebenarnya gw udah merasa ada yang ngaak beres dgn menara. Dan bersamaan dengan itu Tuhan juga menunjuk another mountain yang penuh tantangan dan memberikan visi untuk menaklukan gunung tersebut.

Seorang yang sangat dekat di hati gw, yang selama ini menjaga dan menuntun perjalanan iman gw baru saja kembali kepada Bapa. Terakhir kali bertemu di acara Ring of Fire, dan beliau masih seperti yang dulu seorang yang suka tertawa, ngerjain orang dan bikin orang lain tertawa. Di balik semua itu, hamba-Nya ini adalah seorang pribadi yang sangat intim dengan Tuhan. Seorang jenderal pengatur strategi yang telah membangkitkan ribuan pendoa syafaat dan telah berpergian ke berbagai daerah di nusantara  untuk berdoa memberkati Indonesia. Terakhir kali bertemu gw udah berasa waktunya udah deket buat Hamba-Nya take off to heaven. Dan waktu bulan desember gw denger beliau sakit sempat masuk rumah sakit kemudian pada acara doa  beliau terima mujizat dan di sembuhkan. Namun akhirnya pada bulan Januari tepatnya hari Rabu tanggal 21 bapak harus kembali ke Surga.

Sebelum bapak meninggal Tuhan ada berbicara lewat mimpi, dalam mimpi tersebut gw sedang bersama bapak dan beliau sedang berdoa serta mengurapi kepala gw kemudian beliau bertanya sesuatu kepada gw, yg intinya bertanya keadaan gw dan apa yang gw kerjain saat ini dan kenapa gw melakukannya. Memang waktu gw meninggalkan pelayanan di menara dan kembali ke Indo dan bekerja di Kalimantan, gw bertekad untuk bersembunyi dari temen2 dan para pemimpin di gereja karna pada saat itu gw bener2 berjalan sendiri dengan apa yang gw denger dari Tuhan dan itulah yang gw taati untuk lakukan. Kembali ke mimpi, setelah gw menjawab pertanyaan hamba-Nya, kemudian bapak berkata baiklah dan beliau menulis sesuatu di secarik kertas dan menyerahkan kepada gw. Is like an order for me to do it. Base on this dream gw merasa waktu gw di Kalimantan akan segera berakhir and musti balik secepatnya ke Jakarta.

Walaupun banyak hal gw ngaak ngerti tapi gw percaya sesuatu menantikan kedatangan gw di Jakarta. Dan memang sudah waktunya gw berhenti dari tempat gw bekerja saat ini, sebelum gw terbawa arus dunia yang kuat di sekeliling gw. Emang Tuhan baik, selalu kabaikan-Nya melimpah bagi orang2 yang mengasihi-Nya. Secara finansial rasanya bukanlah waktu yang tepat untuk keluar dari pekerjaan tapi kalau Tuhan beserta kita semuanya pasti beres.

Posting kali ini untuk membangkitkan semangat gw pribadi dan untuk memberi penghormatan kepada my spritual father yang sekarang memandang gw dari surga memberi semangat untuk gw dan generasi Indonesia-Nya untuk berjuang bagi Kerajaan-Nya di nyatakan atas seluruh nusantara.

Bagi hamba-NYA yang terkasih Bapak Pdm. Timotius Abdul Rahim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: