Skip to content
April 16, 2008 / kingthunder

Belajar Tidur 2

Hi Friends nyambung nih dari artikel bagian 1 dari sister Maq, gw rasa important to us to know, khususnya km2 yg alkoholik kerja. Read slowly word by word …

Banyak orang nggak nyadarin bahwa tidur yang cukup itu merupakan proses yang kompleks yang nggak cuman mengembalikan energi tubuh tetapi juga mempromosikan kesembuhan dan memperkuat immune system. Orang yang belajar mengerti pentingnya tidur dengan baik dan cukup membuat sistim dalam tubuh juga memperkuat kualitas kehidupan.

Waktu saya sekolah di Korea, saya harus melewati masa-masa kuliah yang padat Pengambilan gelar Master of Divinity (M.Div) itu tidak sama dengan M.A yang biasanya cuman di bawah 2 tahun, tetapi lebih dari itu, M.Div pelajarannya lebih berat dan lebih banyak, totalnya ditempuh 3 tahun lewat, tapi saya menempuhnya dalam 2,5 tahun. Jika ada Summer Vacation, Winter Vacation, saya nggak ngambil liburan musim tertentu, saya malah ngambil kelas dan ngejar banyaknya SKS. Jadi saya kelar agak cepet.

Nah, karena saya ngejar dan banyak tugas, saya harus tidur sampai pagi-pagi dan bahkan sering nggak tidur. Karena melihat gaya orang Korea yang sangat ulet dan berkemauan tinggi, saya jadi ketularan. Ini saya anggap ketularan hal yang baik, saya bisa melek beberapa malam, saya bisa nggak makan beberapa kali waktu makan, saya bisa jalan cepet kayak orang Korea, tapi saya tetep nggak bisa teriak kayak mereka dan makan sebanyak mereka. That’s good!

Nah, untuk beberapa semester saya diharuskan mengambil bahasa Ibrani dan Yunani untuk mempelajari literatur dalam bahasa asli. Bahasa-bahasa inilah yang sering bikin saya kalang kabut, karena jika kami diberi minggu tenang untuk belajar, justru 5 hari sendiri saya buat untuk belajar bahasa-bahasa yang sekarang nggak saya gunakan ini (ugh!); dan 2 hari untuk pelajaran-pelajaran lain yang lebih banyak. Ntar pada detik-detik penghujung masuk ruang ujian, malamnya saya dengan semua temen-temen Korea nggak tidur, sambil begadang kami mengadakan gerakan belajar dan makan mie instan plus kimchi di asrama wanita.

Saya melihat seorang cewek Korea minta temennya bangunin dia, karena dia mau ambil waktu tidur 15 menit. Buat saya sih 15 menit sangat berguna banget, ngapain tidur, waktu aja kurang-kurang kok, ntar malah bablas jadi ketinggalan semua pelajaran, malah berabe. Jadi saya bablas belajar terus tanpa break tidur. Lalu pada saat saya masuk ruang ujian, kepala saya limbung kliyengan, daya ingat saya kurang, karena energi saya terserap dari kurangnya tidur. Alhasil, otak saya malah agak kendor, pelajaran nggak lengket di kepala, mata jadi puyeng, dan nilai jelek. Wah, saya rugi! Ternyata kualitas daya ingat otak saya menderita saat saya kurang tidur.

Lama-lama (agak telmi! kok nggak dulu-dulu) saya baru nyadarin pentingnya tidur sebentar untuk membangun energi kekuatan daya pikir otak juga. Bahasa Inggrisnya NAPPING atau NAP, tidur di siang hari tidak lebih dari 45 menit sebab kalau lebih dari itu justru merusak sistim juga (di China toko-toko jaman dulu pasti setelah makan siang tutup sampai jam 3, karena semua mengadakan napping massal). Kalau otak diperas abis-abisan, justru kita kehilangan banyak hal baik yang seharusnya bisa dibantu dengan tidur sebentar. Pada saat orang masuk dalam proses napping, ada perubahan psikologi yang terjadi dalam detak jantungnya, yaitu mengendur, lalu sistim respirasinya dan temperatur tubuh menurun. Nap bisa menambahkan level energi dan membuat kita disegarkan kembali.

Tetapi tidur terlalu lama justru akan membuat kita merasa lebih capek seharian dan merampas energi kita dan merusak kinerja dalam sistim tidur kita.

Saya melayani di luar pulau dan bertemu dengan rekan kerja saya yang sistim kerjanya udah gila-gilaan punya. Beliau kerja kayak mesin giling, istirahat cuman sebentar dan pekerjaan menumpuk. Jika diminta untuk istirahat, beliau tidak bisa, karena memang selain temperamen kholeric, beliau juga mengerjakan pekerjaan nasional. Pada waktu saya melihatnya hari itu, saya melihat benjolan di matanya, dan saya bertanya kenapa? Ia menjawab bahwa jika dia terlalu capek alias terforsir, maka benjolan di mata akan keluar, jadi itu sudah tandanya STOP.

Saya bilang bahwa kalau saya problemnya sariawan; dan beliau menjawab bahwa dulu ia juga begitu, tetapi sekarang ganti “sariawan mata”. Wah, wah, wah, ini udah merambat bahaya. Sebab kalau di mata itu tidak hanya menyakitkan mata tapi terlalu tidak tersamar dan sangat menganggu penglihatan dan bagi yang melihat. Saya jadi prihatin dengan keadaan rekan pelayanan ini. Saya mikir, kalau cubitan nggak mempan, bisa-bisa jeweran, kalau jeweran telinga nggak mempan takutnya merembet pukulan sampai kepada hajaran. Kalau Tuhan pertamanya cuman bilang: hey, slow down; sekarang Tuhan udah mulai teriak: STOPPPP!!

Waktu murid-murid pada mengayuh kapal di tengah ombak, Tuhan Yesus ngambil kesempatan untuk nge-nap bentar di buritan, zantai dulu ach…kata-Nya. Waktu Yesus lagi pules-pulesnya, eh, kok mereka pada teriak-teriak; masalahnya cuman karena masalah kerjaan! Tuhan bilang, “Hey kamu yang kurang iman…!” Maksudnya gini, kalau memang harus bobok, tinggalin aja kerjaan itu sebentar dengan iman. Kita nggak perlu ngejar target kayak gimana gitu, sebab Tuhan tahu bahwa untuk mengembalikan sistim immune tubuh kita itu tetep harus dengan cara TI…? Yes, you got it! Jadi kalau memang waktunya tidur, ya tidurlah.

Secara naluri kita tahu khan kalau orang sakit butuh tidur lama? Kenapa coba? Karena pada waktu kita masuk dalam tidur nyenyak, wadah darah di tubuh kita mengembang, terbuka sehingga seluruh darah yang biasanya terkumpul di organ-organ pada waktu siang bergerak mencari tempat dan pindah ke otot-otot untuk membangun kekuatan dan menyembuhkannya. Immune system kita diaktivasi pada saat kita tidur dengan nyenyak untuk menyembuhkan tubuh dan menyerang penyakit-penyakit yang mudah menjangkit tubuh yang penat.

Saya bukan dokter kesehatan, tapi dengan pengetahuan yang minim ini saya ingin menolong Saudara yang terlalu banyak bekerja mengeduk uang di bumi ini agar slowww downnn, belajar tidur dengan baik dan cukup, agar tubuh tempat kediaman Roh Kudus ini tetap terjaga dan tidak dirusak oleh kita sendiri. Sebab Tuhan berkata bahwa barangsiapa yang merusak bait-Nya, maka Ia akan membinasakan dia (1 Korintus 3:17). Jika kita nggak menjaga tubuh kita sendiri, maka Ia sendiri yang gantian akan membinasakan kita, karena kita adalah bait kediaman-Nya.

Saya juga pingin liat Saudara sehat waalfiat dan diberkati seperti Rasul Yohanes bilang dalam suratannya III Yohanes 1:2 Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. Bahasa King Jamesnya lebih pas katanya: Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth. Ia mau agar kita diberkati dalam kesehatan, keuangan dan kejiwaan.

Saya juga mau supaya Saudara begitu.

From Mag Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: