Skip to content
March 26, 2008 / kingthunder

Permulaan yang Baru

Yesaya 43:18-19 berkata, “firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”Firman Tuhan berkata jangan ingat-ingat hal yang dahulu! Mari kita lihat yang di depan karena Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru, yang sekarang ini sudah ada atau sudah tumbuh. Kita mungkin belum mengerti. Firman Tuhan tadi berkata, “… Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara…” ini adalah mujizat!

Ketika kita memasuki tahun 2008 pada 1 Januari lalu, ada sesuatu yang luar biasa. Tahun 2008 ini, tahun Hijriahnya adalah tahun 1428 jadi ada angka 8-nya. Kemudian pada penanggalan China ternyata adalah tahun 2558, begitu pula dengan penanggalan Yahudi yaitu tahun 5768, jadi semuanya ada angka 8 di belakangnya. Memang angka 8 bagi orang Yahudi adalah angka permulaan. Dalam hal ini banyak nabi yang percaya bahwa tahun 2008 ini adalah tahun permulaan yang baru atau “The New Beginning”.

Berbicara tentang permulaan yang baru artinya :
1. Lupakan Yang Lalu Dan Lihat Ke Depan
Hari ini Firman Tuhan berkata kepada kita, ini adalah sesuatu yang baru, lupakan yang lama! Mungkin dulu Saudara gagal, tetapi masuk tahun ini Saudara akan sukses karena kasih karunia Tuhan! Dulu mungkin Saudara mengalami kepedihan atau tekanan dalam hidup, saat ini Saudara akan mengalami sukacita karena kasih karunia Tuhan! Mungkin dulu Saudara mengalami sakit yang sudah lama tidak sembuh-sembuh, di tahun yang baru ini Saudara akan disembuhkan Tuhan.

Kasih Tuhan Yesus selalu baru setiap pagi, lupakan yang lalu dan lihatlah ke depan, jangan ada yang putus asa sebab kita sedang memasuki satu “permulaan yang baru” (new beginning)!

2. Tetap Panas Dan Bergairah Seperti Kondisi Permulaan Hubungan Kita Dengan Tuhan
Berbicara tentang permulaan yang baru kita diingatkan bagaimana pada waktu kita baru berjumpa dengan Tuhan Yesus secara pribadi. Ini adalah permulaan hubungan kita dengan Tuhan. Ingat-ingatlah keadaan pada waktu itu! Saya percaya ketika itu Saudara dalam kondisi kasih yang mula-mula. Saya percaya pada waktu itu kita selalu ingin berada di hadirat-Nya, membaca Firman-Nya, selalu ingin menjaga kekudusan serta taat pada Firman-Nya. Biarlah keadaan seperti itu tetap ada sampai sekarang. Mari memasuki tahun ini Saudara tetap panas dan bergairah dengan Tuhan.

3. Tuhan Akan Mencurahkan Pengurapan-Nya
Kitab Kejadian adalah kitab yang pertama dalam Alkitab dan melalui kitab Kejadian ini Tuhan akan berbicara kepada kita. Saya percaya ini sudah dikonfirmasikan dengan banyak nabi bahwa hari-hari ini Tuhan akan mencurahkan 3 macam pengurapan kepada kita.

Dan 3 macam pengurapan tersebut adalah :
1) The Annointing to Create (Pengurapan untuk mencipta)
2) The Annointing for Dominion (Pengurapan untuk menguasai)
Tuhan akan memberikan pengurapan untuk menguasai, tetapi jangan lupa bahwa “dominion” ini adalah kuasa bukan karena kita mempunyai jabatan, uang, koneksi, relasi dan sebagainya. Tetapi “dominion” di sini berarti kuasa dari surga atau dari tempat yang maha tinggi yang diberikan kepada kita untuk menghadapi keadaan-keadaan yang ada di dunia ini. Amin!
3) The Annointing for Creative Miracles (Pengurapan untuk mujizat-mujizat yang kreatif, mujizat yang tidak masuk di akal, mujizat yang luar biasa)

Jadi melalui kitab Kejadian yang merupakan kitab permulaan atau yang pertama / awal dari Alkitab, Tuhan akan berbicara kepada kita tentang 3 macam pengurapan tadi.

1) The Annointing to Create (Pengurapan untuk mencipta)

Dalam Kejadian 1:1 dikatakan bahwa “… pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi…”

Kata menciptakan disini dalam bahasa Ibraninya adalah ‘Barah’, artinya sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Allah yang pada suatu saat akan mengadakan zat / benda yang belum pernah ada sebelumnya. Arti menciptakan di sini hanya bisa dilakukan oleh Allah dari yang tidak ada menjadi ada.

Pengurapan ini akan turun kepada kita, di mana dari yang tidak ada menjadi ada. Apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam hati, itu semua disediakan bagi orang yang mengasihi Dia.

Saudara, minta kepada Tuhan supaya Saudara bekerja lebih pintar dan bukan lebih keras. Memang kita harus giat bekerja, tetapi bekerja keras ini bukan berarti membanting tulang, kepala menjadi kaki dan kaki menjadi kepala, keringat bercucuran dan sebagainya supaya sukses. Sebab kalau demikian itu adalah kutuk. Kalau kita baca dalam Alkitab dikatakan bahwa karena manusia jatuh dalam dosa, maka itulah yang harus dikerjakan. Sebagai anak-anak-Nya, mari minta pengurapan supaya bekerja lebih pintar.

Tuhan akan memberikan kepada Saudara sesuatu yang akan Saudara ciptakan, Dialah yang akan memberikan ide-ide dalam pekerjaan dan bisnis Saudara. Saya percaya perpindahan kekayaan dari orang-orang fasik kepada orang-orang benar, salah satunya karena kita akan diberikan pengurapan untuk bekerja lebih pintar.

Metode yang digunakan Allah ketika menciptakan ‘Barah’ tadi itu adalah dengan kuasa Firman-Nya. Kalau kita membaca Kejadian 1, ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi, selalu dikatakan, “Allah berfirman, Allah berfirman …” Ini adalah petunjuk buat kita semua.

Tuhan katakan bahwa tahun 2008 adalah tahun mujizat dan tahun kesembuhan, apakah Saudara sudah memperkatakan ini setiap hari? Perkatakan! Sebab ini adalah Firman Tuhan!

Kalau Saudara mau mengalami kesembuhan dan mujizat, maka ini harus diperkatakan!

Ingat, sejak tahun 2006, ketika saya mengajak saudara memperkatakan: Tahun 2006 adalah tahun mujizat, tahun 2006 adalah tahun kesembuhan! Saya percaya Saudara juga memperkatakan hal ini dan apa yang terjadi? Ternyata sekarang kita benar-benar melihat Tuhan bekerja di Indonesia dengan luar biasa. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada ribuan orang yang disembuhkan seketika dari sakit secara fisiknya. Karena kita percaya Firman Tuhan, kita harus perkatakan itu. Perkatakan Firman Tuhan! Perkatakan Firman Tuhan! Jangan Lupa!

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). Ini harus diperkatakan! Jangan hanya dihafalkan dalam hati saja, tetapi perkatakan! Apapun keadaan Saudara sekarang, perkatakan seperti ini: “Tuhan, saya percaya pada Firman-Mu, rancangan Tuhan buat saya bukan rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera yang akan memberikan kepada saya masa depan yang penuh harapan!”

Jadi kita harus meng-“create”, menciptakan dengan Firman Tuhan dan bukan dengan kata-kata kita sendiri, artinya jangan sembarangan, tetapi harus dengan Firman Tuhan sebab hanya Firman Tuhan saja yang bisa menciptakan.

Tuhan Yesus berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Perkatakan demikian: “Tuhan, Engkau sudah datang, saya percaya kepada-Mu, saya menjadi anak-Mu, saya akan setia sampai akhir dan saya percaya bahwa saya akan mendapat hidup yang kekal selamanya. Tetapi selama saya masih ada di dalam dunia ini, saya percaya saya akan berkelimpahan dalam segala hal!”

Ciptakan dengan Firman Tuhan dan bukan dengan kata-kata kita sendiri dan perkatakan Firman Tuhan bukan hanya dalam hati, tetapi harus diucapkan! “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Korintus 8:9). Perkatakan ini: “… supaya aku jadi kaya, yaitu kaya dalam segala hal: kaya dalam kebaikan, kaya dalam kasih, kaya dalam damai sejahtera, kaya dalam sukacita, kaya kesehatan yang baik dan kaya berkat secara materi.”

The Anointing to Create sedang turun hari-hari ini. Oleh sebab itu lakukan apa yang Tuhan mau kita lakukan dan perkatakan terus Firman Tuhan! Perkatakan: “Aku sehat! Aku kuat! Aku diberkati!” Dan ini adalah menciptakan!

2) The Annointing for Dominion (Pengurapan untuk menguasai)

Sekali lagi jangan sampai kita salah, kata “dominion” yang artinya berkuasa ini bukan karena uang, berpangkat atau karena mempunyai relasi, tetapi ini karena diberi kuasa dari tempat yang mahatinggi.

Kejadian 1:27-28 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kata berkuasa di sini dalam bahasa Inggrisnya adalah “dominion”.

Perhatikan baik-baik! Allah menciptakan manusia menurut gambar Allah dan manusia yang diciptakan menurut gambar Allah ini diberi tugas:
1. Untuk beranak-cucu (dalam bahasa Inggris adalah “Be Fruitful”)
2. Bertambah banyak / “Multiplied”
3. Penuhi bumi, taklukkan dan berkuasa / “dominion”

Tugas-tugas inilah yang diberikan Tuhan kepada manusia yang diciptakan segambar dengan Allah. Namun setelah manusia jatuh dalam dosa, maka gambar Allah itu rusak dan manusia tidak lagi bisa melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada mereka.

Tetapi puji Tuhan, Tuhan Yesus diutus datang ke dunia ini dan setiap kita yang percaya kepada-Nya, maka tujuan akhir seperti yang tertulis dalam Roma 8:29, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya [Yesus] …” bisa menaklukkan dan menguasai bumi. Hanya orang-orang inilah yang bisa melaksanakan tugas untuk “dominion” tadi.

Wahyu 5:9-10 “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

Siapa imam dan raja bagi Allah kita? Mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus! Artinya kita yang percaya akan memerintah sebagai raja di bumi.

Bumi harus dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan dan Tuhan menghendaki ada pelipatgandaan Kerajaan Allah di muka bumi ini dan itu melalui Saudara dan saya yang telah dijadikan dan ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya.

Bagaimana supaya Saudara dan saya menaklukan dan menguasai bumi?

1. Be Fruitful (Berbuah-buah)
Bagaimana kalau kita tidak berbuah? Akan dipotong! “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” (Yohanes 15:2). Tetapi kalau berbuah, kita akan dibersihkan supaya buahnya semakin banyak. Waktu dibersihkan tentu sakit, tetapi mana yang lebih enak dibersihkan atau dipotong? Tentu dibersihkan sebab di depan nanti ada suatu jaminan yang luar biasa di mana kita akan berbuah-buah dan buahnya bertambah banyak dan tugas yang diberikan oleh Tuhan yaitu “dominion” bisa kita laksanakan!

Ada 5 macam buah:
@ Buah Roh (Galatia 5:22-23).
@ Buah pekerjaan yang baik (Kolose 1:10)
@ Buah jiwa (Yohanes 4:36)
@ Buah kebenaran (2 Korintus 9:10)
@ Buah yg sesuai dengan pertobatan (Matius 3:8-10)

Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Bukankah kita mau apa yang kita minta kepada Bapa dalam Nama Yesus, diberikan kepada kita? Oleh sebab itu kita harus pergi dan menghasilkan buah dan buahnya itu harus tetap!

2. Multiplikasi / Pelipatgandaan
Multiplikasi ini memang apa yang dikehendaki Tuhan buat kita. Tentu kita masih ingat tentang perumpamaan talenta (Matius 25:14-30), di mana ada seorang tuan yang akan bepergian jauh. Tuan ini memanggil hamba-hambanya dan memberikan talenta kepada mereka. Ada yang diberi 5, ada yang diberi 2 dan ada yang diberi 1, setelah itu tuannya pergi. Setelah cukup lama ia pergi lalu ia kembali dan memanggil hamba-hambanya. Yang diberi 5 talenta dan 2 talenta datang menghadap tuannya, dengan sukacita berkata, “Tuan, 5 talenta yang tuan berikan telah menjadi 10 talenta. Yang 2 talenta tuan berikan, telah menjadi 4 talenta” [Terjadi pelipatgandaan / multiplikasi!]

Tuannya bersukacita dan berkata, “Engkau hambaku yang baik dan setia, engkau setia dalam perkara yang kecil, karena itu Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab yang lebih besar. Ayo, masuk bersama dalam kebahagiaan Tuanmu [masuk sorga]”.

Tetapi hamba yang diberi 1 talenta datang dengan wajah murung, ia mengumpat tuannya serta berkata, “Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! [tidak terjadi pelipatgandaan / multiplikasi]

Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Karena itu campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di mana terdapat ratap dan kertak gigi [di neraka].”

Saya percaya Tuhan begitu mengasihi kita semua. Tuhan mau kita mengalami pelipatgandaan dalam segala hal. Tuhan berkata: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan..” ini adalah multiplikasi.

Memasuki tahun 2008, pesan Tuhan yang begitu kuat adalah: Akan terjadi perpindahan kekayaan dari orang fasik kepada orang benar dan Tuhan tuntun kita di mana pada awal tahun ini kita diminta untuk memberikan buah sulung. Buah sulung ini diterjemahkan sebagai perpuluhan yang pertama dan selanjutnya pada waktu kita memberikan perpuluhan yang pertama ini kita berjanji demikian, “Tuhan, mulai tahun ini saya tidak akan main-main lagi dengan perpuluhan”.

Selain itu kita juga diminta untuk memberikan yang terbaik, yaitu “sikap hati” kita yang baik. Sebab ternyata orang yang memberi perpuluhan itu bermacam-macam sikapnya.

Ada yang berkata: “Ya sudah, ini kan hukum, ya .. saya kasih, apalagi Pak Niko ngomong terus dan ditakut-takuti lagi.. jadi ya sudah, saya kasihkan saja!”

Ada yang lain berkata, “Katanya Firman Tuhan, kalau memberi akan diberi, jadi kalau saya memberi 100 ribu maka nanti saya akan menerima 1 juta!” Jadi hal itu yang ada di pikirannya, beri 100 ribu dapat 1 juta dan itu terus yang dipikirkannya.

Tetapi ada juga yang berkata, “Aku memberi karena aku mengasihi Tuhan. Engkau telah banyak memberi, masakan aku tidak akan memberi, apalagi yang menjadi bagian-Mu, masakan aku tahan dan curi? Aku memberikan dengan tulus hati dan dengan rela kepada-Mu, Tuhan!” Dan orang yang seperti inilah yang akan mengalami multiplikasi.

Mungkin bagi yang selama ini sudah setia dalam memberikan perpuluhan itu akan bertanya, apa sebenarnya yang istimewa dari memberikan buah sulung? Memang ada sesuatu yang luar biasa di mana ini mengulang janji Tuhan.

Tuhan pernah berjanji, “… ujilah Aku, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, …” (Mal 3:10-11).

Ingat! Multiplikasi tidak terjadi dengan sendirinya, karena kita harus melakukan seperti apa yang Tuhan pimpin kepada kita dan saya yakin Saudara yang melakukan itu akan mengalami multiplikasi di tahun 2008 ini. Saudara akan mengalami perpindahan kekayaan dari orang fasik kepada orang benar.

3. Penuhi Bumi
“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18).

Dikatakan bahwa tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya, tetapi tidak disebutkan bahwa tanda-tanda ini akan menyertai pendeta-pendeta saja, jadi artinya tanda-tanda ini akan menyertai kita semua! Tanda-tanda ini akan menyertai semua orang-orang percaya (bukan sebagian) dan memang seharusnya setiap kita pun mengalami hal ini.

Dan tanda-tanda tersebut adalah:
1. Mengusir setan dalam Nama Yesus, artinya setan akan takut dalam Nama Yesus melalui Saudara.
2. Berbicara bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, artinya berbahasa roh.
3. Memegang ular dan sekalipun minum racun maut, tidak akan mendapat celaka. Ini bukan untuk demonstrasi dengan memegang ular dan sebagainya, tetapi jika kita akan dicelakai maka tidak akan terjadi apa-apa.
4. Meletakkan tangan atas orang sakit dan orang itu akan sembuh. Jangan bingung, begitu ada yang sakit, tumpang tangan “Dalam Nama Yesus”, kesembuhan akan terjadi! Sebab kesembuhan bukan milik satu orang tetapi milik setiap orang percaya yang bergerak untuk menaklukan dan menguasai bumi.

3) The Annointing for Creative Miracles (Pengurapan untuk mujizat-mujizat yang kreatif, mujizat yang tidak masuk di akal, mujizat yang luar biasa)

Ini adalah pengurapan untuk mengalami mujizat-mujizat kreatif, yang luar biasa dan yang tidak masuk akal. Kalau kita membaca kitab Kejadian ini sangat luar biasa di mana ada beberapa orang yang mengalami “creative miracle” tersebut.
Dan mereka adalah:

ABRAHAM
Abraham baru mempunyai anak pada waktu berumur 100 tahun sedangkan istrinya, Sara telah berumur 90 tahun yang notabene mandul. Jadi Ini bukan hanya berbicara tentang usia yang sudah tua saja, tetapi tua dan mandul.

Pada waktu Abraham didatangi Tuhan, Abraham berkata bahwa ia tidak punya keturunan, sehingga nanti ahli warisnya adalah bujangnya? Tapi Tuhan bilang tidak demikian karena Abraham akan mempunyai anak, dan nanti keturunannya yang akan menjadi ahli warisnya. Bahkan Tuhan menyuruhnya untuk melihat bintang di langit, jika ia bisa menghitung banyaknya bintang itu, maka sebanyak bintang itulah keturunannya kelak. Dikatakan bahwa Abraham percaya akan hal ini sehingga itu diperhitungkan Tuhan sebagai satu kebenaran. Itulah yang membuat Abraham yang berusia 100 tahun dan Sara berusia 90 tahun serta mandul bisa mempunyai anak!

Saya yakin Tuhan banyak berbicara kepada Saudara, hanya sayangnya banyak yang tidak percaya karena masih memakai akal pikiran kita. Memang kalau dengan akal pikiran, kita akan berkata bahwa janji Tuhan itu tidak mungkin terjadi. Tetapi mari kita renungkan, kalau otak kita yang hanya sebesar “bak-pau” mana mungkin untuk mengerti pikiran Tuhan yang berkata, “Langit adalah tahta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku!” TUHAN itu sangat besar! Pikiran-Nya tidak bisa dijangkau oleh pikiran kita. Jadi kalau Tuhan berbicara kepada kita, yang harus kita lakukan adalah percaya saja! Jangan diolah dengan otak kita yang sebesar “bak-pau” tadi. Setelah Saudara percaya dan lakukan, maka Tuhan akan memberikan kemampuan untuk mengolah tadi.

ISHAK
Pada masa kelaparan, Tuhan berkata kepada Ishak supaya ia jangan pergi ke Mesir tetapi pergi ke tempat yang akan Tuhan tentukan supaya ia menjadi orang asing di sana. Ishak taat, sehingga ia pergi ke tempat di mana Tuhan menyuruhnya dan menjadi orang asing di sana. Pada tahun itu juga, pada masa kelaparan, Ishak menabur, sehingga pada tahun itu juga ia diberkati 100 x lipat.

Adakah Saudara mengalami kelaparan saat ini? Kelaparan dalam bidang apa saja, Tuhan katakan: jangan pergi ke Mesir. Mesir berbicara tentang sistem dunia, oleh sebab itu jangan memakai cara-cara dunia. Tuhan mau supaya kita tinggal di tempat yang sudah ditentukan oleh-Nya dan hidup sebagai orang asing.

Kejadian 26:2-3 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.”

Bukankah kita hidup di dunia ini sebagai orang asing dan sebagai pengembara di dunia ini. Sebab kewarganegaraan kita bukan di sini. Kalau kita mengerti akan hal ini maka kita tidak akan mencintai dunia atau mencintai uang, tetapi kita hanya akan mencintai Tuhan Yesus. Selain itu, jangan lupa menabur, yaitu memberikan perpuluhan serta ketika Tuhan memerintahkan untuk memberikan persembahan khusus kita lakukan. Perhatikan orang-orang miskin, sebab orang-orang miskin bertambah banyak dan kita yang diberkati harus memperhatikan mereka.

Tuhan berbicara sesuatu yang khusus tentang Sentul yang sebentar lagi akan selesai pembangunannya. Saya bersukacita bukan karena kemegahan gedungnya, tetapi saya bersukacita karena fungsinya. Tuhan berbicara sesuatu kepada saya, kata-Nya, “Jangan resmikan dulu sebelum kamu memberikan dampak dari tempat itu kepada orang banyak, yaitu orang-orang miskin di sekitarnya!”

Jadi yang pertama-tama sebelum SCCC selesai, sekarang kita sedang membangun poliklinik dan tempat-tempat untuk menolong orang-orang miskin terlebih dahulu. Ini adalah perintah Tuhan yang saya sedang laksanakan. Ini yang Tuhan mau kita lakukan, yaitu menabur dan bukan hanya menabur uang saja, tetapi juga menabur kasih dan kebaikan. Saudara yang sedang mengalami kelaparan dalam hal apa saja, saya percaya di tahun ini juga Saudara akan diberkati 100 kali lipat!

YAKUB
Yakub mengalami hal yang luar biasa, di mana suatu hari dia datang kepada Laban, mertuanya dan berkata bahwa ia sudah lama bekerja tetapi tidak pernah diberi upah, artinya tidak memperoleh apa yang Yakub telah kelola selama ini.

Oleh karena itu ia meminta bagiannya dan Laban menyetujui untuk memberikan upah tetapi Yakub sendiri yang menentukan bagaimana caranya. Ternyata Yakub memberikan persyaratan yang susah bagi dirinya sendiri dan syarat itu pun dianggap “gendeng” oleh Laban. Jadi Yakub meminta bagian kambing domba yang berbintik-bintik, yang belang-belang atau yang ada hitamnya dan ia akan mengambil dari induk yang berwarna putih.

Bagi Laban, Yakub pasti dianggap “bodoh” karena kambing domba yang putih pasti akan menghasilkan anak yang putih juga. Setelah itu apa yang terjadi? Induk putih dibawa jauh oleh Yakub, lalu ia mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, kemudian dikupas dahannya sehingga kelihatan belang-belang. Jadi itu yang diletakkan Yakub di tempat minum kambing, dan biasanya di tempat minum itu ternak tersebut berkelamin dan setiap kali yang jantannya kuat maka itu ditaruh di palungan supaya terlihat oleh kambing domba yang sedang berkelamin itu dan apa yang terjadi? Ternyata anak-anak kambing domba itu menjadi berbintik-bintik.

Pada waktu membaca ini, saya benar-benar heran dengan Yakub ini, darimana ia bisa mendapatkan ide semacam itu? Dan ternyata itu adalah idenya Tuhan yang diberikan kepada Yakub melalui mimpi. Dan yang luar biasa adalah Yakub percaya!

Jika kita yang menjadi Yakub, kira-kira apakah kita berani melakukan hal seperti itu? Mengapa Yakub bisa percaya dengan mimpi yang sepertinya tidak masuk akal tersebut?

Jawabannya adalah karena Yakub intim dengan Tuhan, itu intinya.

Kalau kita intim dengan Tuhan dan mengalami kasih yang mula-mula dengan Tuhan, suatu hari nanti Tuhan akan memberi mimpi atau mungkin nubuatan kepada Saudara. Namun masalahnya apakah Saudara percaya dan mau melakukannya?

Saya percaya bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam sebab Dia akan mencurahkan “The Anointing for Creative Miracles”.

Saya percaya bahwa Tuhan sedang menurunkan 3 macam pengurapan tadi bagi kita semua. Ini adalah kunci untuk membawa kesembuhan dan mujizat dalam kehidupan Saudara.

Sekali lagi jangan ingat-ingat yang dahulu, seperti kegagalan, kepedihan, sakit, dan sebagainya. Lupakan itu! Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru dan Tuhan sedang mencurahkan pengurapan untuk itu. Saya percaya apabila Saudara melakukan hal itu, maka Saudara akan mengalami apa yang Tuhan janjikan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Ringkasan khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Sumber: Warta Sepekan GBI Gatot Subroto http://www.j-hop.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: