Skip to content
December 21, 2007 / kingthunder

Terpesona Oleh Kasih-Nya

Oleh: Sunanto

Jonathan Edwards yang dikenal sebagai seorang teolog dan tokoh kebangunan rohani memiliki disiplin rohani yang sangat ketat untuk menjaga hidup kerohaniannya. Tetapi selain disiplin yang ketat, Edwards juga mengalami momen-momen kenikmatan rohani (afeksi) yang mendalam bersama Tuhan. Di tahun 1737 ketika sedang menjelajahi hutan untuk kesehatannya, Edwards mengalami sebuah jamahan Tuhan yang begitu indah sehingga dia begitu terpesona oleh keindahan kasih Kristus. Kemuliaan Tuhan memenuhinya sehingga selama hampir satu jam dia menangis bahagia di hadirat Tuhan.

Edwards tidak terus-menerus mengalami pengalaman tersebut tetapi tulisan-tulisannya menunjukkan sebuah perjalanan rohani yang diwarnai dengan momen-momen kudus yang melibatkan hasrat rohani yang dalam. Beberapa bulan sebelum meninggal, Thomas Aquinas seorang teolog jenius yang banyak menulis karya yang luar biasa mengalami sebuah perjumpaan dengan Tuhan sehingga dia tidak bisa menulis lagi. Orang-orang yang mengenalnya memohon kepada Aquinas untuk menulis lagi tetapi cendikiawan besar ini menjawab, “Semua yang aku tulis tampak seperti jerami dibandingkan dengan apa yang telah aku saksikan dan dinyatakan bagiku.”

Setelah lebih dari lima belas tahun mengenal Kristus, saya sungguh terpesona dengan keindahan kasih-Nya. Bagi saya, Dia lebih dari sekedar Tuhan dan juru selamat melainkan juga sahabat terbaik dan kekasih jiwa saya. Saya sungguh kagum dengan cara-Nya membentuk dan menuntun hidup saya langkah-demi langkah. Seringkali saya tidak mengerti dengan banyak hal tidak enak yang harus saya alami tetapi hari ini saya menyadari bahwa semua itu diijinkan-Nya demi untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup saya.  Tuhan mengijinkan kita mengalami penderitaan bukan karena Dia senang membuat anak-anak-Nya mengalami penderitaan tersebut. Tujuan Tuhan hanyalah supaya kita semakin mengenal-Nya dan mengalami keindahan kasih-Nya.

Dalam bukunya ‘Into The Depths Of God’, Calvin Miller menulis bahwa dalam bertahun-tahun pelayanannya sebagai seorang pendeta, dia melihat orang-orang yang memulai perjalanannya dengan kasih kepada Tuhan tetapi mengakhirinya dengan pelayanan yang disertai sungut-sungut. Sebagaimana melakukan lebih mudah daripada menjadi maka melayani adalah lebih mudah daripada mengasihi. Saya sendiri juga menyaksikan sangat banyak orang-orang Kristen yang pernah mengalami indahnya kasih mula-mula ketika mereka bertobat tetapi pada akhirnya mereka mengalami stagnasi dalam hidup kerohanian mereka. Banyak diantara mereka memang masih melayani bahkan memiliki posisi penting di gereja tetapi pelayananan yang mereka lakukan lebih karena kewajiban dibanding karena kasih kepada Tuhan.   Jika mereka tidak mengalami sebuah terobosan, pada akhirnya mereka pasti akan mengalami sebuah titik kejenuhan dalam  pelayanan mereka. Pelayanan tidak dapat membuat orang Kristen bahagia, hanya kasih kepada Tuhan yang dapat membahagiakan kita.

Yesus berkata, “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Ku perintahkan kepadamu.” Charles Price mengatakan ” Jika kita tidak siap untuk berjalan sepanjang jalan bersama Allah dan hidup dalam penyerahan diri yang total kepada otoritas-Nya dalam ketaatan kepada kehendak-Nya maka kita tidak akan pernah puas dengan Kristus.” Kunci untuk dapat hidup intim dengan Tuhan adalah penyerahan diri dan ketaatan total kepada kehendak-Nya. Tujuan kita menaati Tuhan bukanlah untuk mencari kepuasan tetapi karena kita mengasihi-Nya. Tetapi semakin kita hidup untuk menyenangkan Tuhan maka kita sendiri akan semakin mengalami kepuasan dalam hidup.

Tuhan telah menaruh kerinduan di hati saya untuk membawa umat=Nya hidup dalam keintiman dengan-Nya. Bila kita ingin melihat Indonesia-NYA diubahkan oleh Tuhan maka terlebih dahulu kita sendiri harus mengalami perubahan tersebut. Biarlah kita menjadi seperti Daud yang menjadi orang yang berkenan kepada Allah dan melakukan kehendak Allah pada zamannya. Doa saya melalui tulisan ini, Tuhan menaruh kerinduan di hati Anda untuk semakin mengenal-Nya dan mengalami keindahan kasih-Nya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: