Skip to content
October 30, 2007 / kingthunder

Berendam di Hadirat-Nya

“Berendam Dalam HadiratNya – Kunci untuk keintiman dengan Tuhan.”

Datang Mendekat
Keintiman dengan Tuhan dimulai saat kita radikal mencari Dia dengan segenap hati kita. Raja Daud menulis, “Hatiku mengikuti firman-Mu: Carilah wajah-Ku; maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan.” (Maz 27:8) Tuhan mengundang kita di Yakobus 4:8 untuk “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.”

Tuhan sedang berkata kepada kita, “Carilah wajah-Ku! Mendekatlah!” Hati kita berseru, “YES!” Namun daging kita berteriak “NO!” Bagian yang menyedihkan ialah seperti biasanya daging kita yang menang. Kita di beri perintah di Mazmur 46:10 “Diamlah dan ketahuilah, Bahwa Akulah Allah! Kata kerja “berdiamlah” secara jelas berarti untuk berhenti dari berjuang. Itu berarti untuk relakan terlepas dan santai, untuk turunkan volume dari dunia dan dengarkan bisikan lembut dari Tuhan. Ini jadinya berdiam dan datang ketempat peristirahatan. Itu artinya berendam dalam Hadirat-Nya. Hasilnya adalah anda akan mengenal, Dialah Tuhan.

Kata “mengenal” jelas berarti suatu pengalaman pengenalan akan Tuhan. Ini bukan artinya berdiam dan tahu tentang Tuhan. Tapi artinya berdiam dan mengenal Allah secara langsung. Engkau akan mengalami Tuhan. Kau akan tahu Hadirat Tuhan.

Saat kita memfokuskan hati, roh, jiwa, pikiran dan tubuh kita (kita seutuhnya) pada manifestasi Hadirat-Nya, kita menjadi lupa kepada  alam dunia di sekeliling kita. Kuncinya ialah dimana fokusmu berada-pada hal2 tentang Tuhan atau pada hal2 di dunia.

Membaca alkitab dan berdoa tidaklah cukup. Kita harus ambil waktu menyendiri dengan Tuhan, tidak untuk meminta apa2, melainkan lebih tentang Dia, lebih tentang kepenuhan Pribadi-Nya, lebih lagi Hadirat-Nya di dalam kehidupan kita setiap hari. Tuhan melepaskan kuasa melalui kita disaat kita tinggal dalam keintiman dengan Dia. Hal yang alamiah biasa terjadi dari Hadirat-Nya adalah mujizat.

Bagaimana untuk Berendam di Hadirat Tuhan
Bagaimana kita berendam? Kita berendam seperti sepon. Taruh sepon yang kering ke dalam  satu wadah air dan perlahan air itu meresap ke sepon itu. Ini hal yang sama seperti berendam di dalam Hadirat Tuhan. Semakin sering kita berendam, semakin kita dipenuhi dengan Roh KudusNya.

Saya seringkali ditanya,  “Apa yang kamu lakukan saat kamu mencari Hadirat-Nya” Aku tidak menetapkan formula. Didalam hidupku, itu berubah2 waktu ke waktu, namun komponen dasarnya seperti ini: Pertama, saya pergi ke ruangan pribadi, mengunci pintu, dan bersujud dihadapan Tuhan. Apa yang paling utama adalah sikap hati kita. Kedua, saya  bertobat atas segala dosa yang ada di dihidup saya dan menerima pengampunan Tuhan. Ketiga, saya menyembah Tuhan dalam bahasa ibu saya (Inggris) dan juga didalam bahasa Roh Kudus. Keempat, saya lakukan doa  yang sangat penting di Roma 6:13 yang telah mentransformasi hidup saya: “serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang2, yang dahulu mati  tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota2 tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata2 kebenaran. Kelima, saya mulai mengingat kembali pengalaman2 dengan Tuhan (kesembuhan2, mujizat2, penyertaanNya) dimana Dia telah menun jukkan Dirinya dengan cara yg luarbiasa. Ini menciptakan lebih lagi pengharapan dan kesadaran akan HadiratNya disaat saya merasakan waktu ini.

Hadirat-Nya Di Manifestasikan
Saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan, aku mau Engkau lebih lagi, lebih lagi Hadirat-Mu, lebih lagi kepenuhan-Mu didalam hidupku. Penuhi aku lebih lagi dengan DiriMu.” Saya bisa mengulang kata2 ini banyak kali saat saya menanti2kan Tuhan dan fokus pada Dia.

Kemudian, saya mulai berdiam, dan itulah saat ketika saya mulai mendengar Suara-Nya. Berulang2 kali. Saya mulai mendapatkan penglihatan dan pengalaman supranatural. Kuncinya disini ialah belajar menanti dalam kesunyian. Saya tidak dapat tegaskan betapa pentingnya bagi saya menantikan Tuhan sampai saya mengalami manifestasi Hadirat-Nya setiap hari. Saya tidak akan keluar dari tempat pribadi itu sampai saya mengalami HadiratNya.
Disaat acara berendam (soaking) kami, kami memposisikan diri kami untuk menerima impresi, dorongan, bisikan lembut, gambaran, kunjungan malaikat, dan pewahyuan supranatural. Ini adalah sebagian daftar apa yang kami harapkan:

  • Mimpi2 (Ayub 33:14-16; Kejadian 28:10-16)
  • Penglihatan (Daniel 7:1-3,9; Kis 16:9-10; 11:5)
  • Diliputi Kuasa Allah-Trances (Kis 10:9-17)
  • Pengalaman keluar dari tubuh (2Kor 12:2-4)
  • Kunjungan Malaikat (Lukas 1:11-17; 1:57; Kis 12:7-10)
  • Di pindahkan oleh Roh Kudus (Kis 8:39-40)

Mengalami keintiman sejati Hadirat Allah yang Hidup, akan secara radikal mengubah hidupmu. Manusia menggambarkan manifestasi Hadirat Tuhan dengan cara yang berbeda2. Bagi seorang, seperti panas, arus listrik, atau goncangan. Bagi yang lain, seperti pencerahan-lightness, damai, menangis.

Mengalami pengalaman manifestasi hadirat Nya bukanlah sasarannya-goal, tetapi itu pintu gerbang untuk ke alam supranatural. Ini adalah permulaan. Kita pergi kedalam alam roh dimana kita dapat melihat Dia, mendengar suara-Nya, berjalan bersama Dia, dan diberi kuasa dari Dia. Yesaya 64:4 (NASB) berkata Tuhan “…bertindak mewakili bagi mereka yang menanti2kan Dia.” Versi Amplified tertulis, “Tuhan yang bekerja dan menunjukkan dirinya secara aktif mewakili  setiap mereka yang bersungguh2 menanti2kan  Dia.” Ia menantikan kita untuk menantikan Dia.

Efek Kumulatif
Kadangkala kita mungkin merasa waktu berendam-soaking kita telah menjadi kurang produktif. Kita bertanya, “Apakah ini layak harganya?” dikarenakan kita melihat tidak ada perubahan langsung atau keuntungan. Saya sadar di waktu yang lalu, ada efek kumulatif yang ambil bagian ketika saya menghabiskan waktu di dalam manifestasi Hadirat Allah. Dari Efek kumulatif ini. Tuhan membuat tempat penyimpanan di dalam batin saya yang terdalam. Disaat saya mulai membagikan, pengurapan itu mengalir keluar dari tempat penyimpanan yang telah Ia buat selama ini.

Kita harus belajar untuk datang dengan tenang kedalam Hadirat-Nya hanya menginginkan Dia lebih lagi dalam hidup kita. Kita perlu untuk “berendam dalam Hadirat-Nya” menyerap-extracting lebih lagi Kepenuhan-Nya ke dalam tempat dimana kita mandul-barren. Efek Kumulatif dari menghabiskan waktu dengan Tuhan akan menghasilkan suatu pertambahan pengurapan dalam hidupmu. Pengurapan yang dilepaskan itu akan melayani sebagai batu loncatan bagi kehidupan mujizat. Rasul Yohanes menawarkan orang percaya suatu pernyataan yang luarbiasa di Yoh 4:17, ” … karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.”

Implikasi dari firman ini adalah jelas-orang percaya harus menjadi seperdi Dia. Ini mendekati dengan tidak mungkin tanpa mnghabiskan waktu yang berkualitas di dalam manifestasi HadiratNya. Kita bahkan tidak akan pernah mengerti pribadi-Nya yang penuh belaskasihan bagi yang terhilang dan umat manusia yang terluka tanpa secara teratur, bersaat teduh dengan Dia.

Kesimpulan
Keintiman dengan Tuhan adalah arti sederhananya dengan apa kita terhubung hidup didalam mujizat. Menghabiskan waktu di dalam manifestasi Hadirat-Nya adalah suatu disiplin yang kita harus bangun untuk terhubung-access atas semua yang Tuhan punya buat kita. Dan efek kumulatif adalah apa yang terjadi didalam urapan kita (atau karunia) untuk berfungsi di kesembuhan atau kuasa supranatural yang lain. Waktu-Nya Tuhan telah datang bagi pekerjaan yang lebih besar lagi untuk terselesaikan  diantara umat-Nya. Terus dorong masuk- press in untuk Hadirat Tuhan lebih lagi di dalam hidupmu!”

Gary Oates

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: