Kepemimpinan merupakan posisi yang sangat strategis karena kepemimpinan sama seperti kepala dari tubuh, ketika bagian kepala sakit maka bagian tubuh yang lainnya akan terganggu, demikian pula sebaliknya ketika kepala sehat maka seluruh tubuh akan sehat. Di tangan pemimpin banyak keputusan yang akan sangat menentukan arah dari kota dan bangsa ini, bangsa sebagai tubuh sangat ditentukan oleh sang kepala. Persoalan kepemimpinan yang dihadapi bangsa ini adalah karena model pemimpin yang sudah dibangun dimasyarakat adalah sesuatu yang salah, juga proses untuk menghasilkan pemimpinpun tidak mendukung untuk menghasilkan produk pemimpin yang benar.
Walaupun pemimpin bangsa atau kota dipilih oleh masyarakat harus disadari bahwa selain pemimpin bertanggung jawab kepada rakyat, pemimpin juga bertanggung jawab kepada Tuhan. Seseorang jadi pemimpin atas suatu bangsa atau kota tidak bisa lepas dari ijin Tuhan, karena Tuhan-lah sumber dari kepemimpinan. Paulus menyatakannya dalam kitab Roma pasal 13:1 “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintahan yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintahan, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintahan-pemerintahan yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Model pemimpin harusnya juga melihat kepada prinsip-prinsip yang Alkitab ajarkan, karena Alkitab mengungkapkan model kepemimpinan yang tertulis bukan hanya untuk kerohanian atau kegerejaan saja tetapi juga untuk pemimpin kota dan bangsa. Begitu banyak tokoh-tokoh yang behasil seperti Yusuf, Daniel, Nehemia dll. Yg bisa dijadikan model. Namun yg ada di masyarakat model yang lebih cenderung melihat yang luarnya, seperti penampilan, kemampuan, ketenaran, kharisma bukan kepada hal yang paling dalam dan mendasar yaitu motivasi hati dari calon pemimpin, integritas yang dimiliki baik dalam kepribadiannya, keluarganya dan dalam tanggung jawabnya. Menilai “track record” prestasi nyata yang sudah di buat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat adalah sangat penting agar jangan muncul pahlawan-pahlawan kesiangan dengan janji-janji gombal dan kisah-kisah palsu untuk menipu masyarakat yang tulus tapi tidak cerdik.
Melihat situasi yang sudah genting, maka di butuhkan keberanian dan terobosan untuk munculnya pemimpin dengan model baru yaitu pemimpin yang memiki motivasi yang bersih untuk mengutamakan kepentingan rakyat banyak dan bukan untuk kepentingan yang lain, untuk hal ini dibutuhkan pemimpin yang bersih dari hutang politik dan hutang janji kepada kelompok manapun. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi yang jelas untuk memberi arah penyelesaian dari krisis berkepanjangan dan mempercepat mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain yang di buat dalam program jangka pendek, menengah dan panjang dengan kriteria keberhasilan yang dapat diukur. Dibutuhkan pemimpin yang berani untuk mengubah paradigma mengemis minta bantuan dari bangsa lain dengan paradigma mempercayai bahwa bangsa dengan segala potensinya mampu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa atau bersama bantuan dari bangsa lain. Kalaupun ada perjanjian dengan bangsa lain harus sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat banyak, jika tidak perjanjian itu harus dievaluasi bahkan dibatalkan.
Proses melahirkan kepemimpinan yang ada harus dibaharui, karena yang ada sekarang hanya menghasilkan pemimpin yang penuh dengan hutang politik dan balas budi kepada orang dan kelompok tertentu, ini harus dihentikan. Para politisi di senayan harus membuat terobosan untuk calon independent tidak dibunuh sebelum lahir dengan aturan dan persyaratan yang berat dan tidak mungkin di terapkan.
Saudaraku, masih ada harapan bagi bangsa ini kalau semua elemen bangsa ini menyadari situasi yang ada dan mempunyai niat baik untk membawa bangsa ini dari krisis dan bangkit mengejar ketertinggalan, karena itu hentikan pertikaian internal masalah suku, kelompok atau agama, mari bersatulah untuk bangkitnya Indonesia yang jaya dan perkasa.
Oleh Ir. Rachmat T. Manullang, Msi
Sumber dari: Koran Mitra bangsa Edisi 33 Thn II 1207
Guys, sebuah tantangan buat kita seperti yang dikatakan Pak Rachmat untuk mengatasi krisis di pemerintahan.
I u dare to overcome the challenge?
Kalau km terpanggil di pemerintahan, well is your time untuk bergerak menyatakan nilai2 kerajaan. Take your mountain of Government. We will pray and agree with you. Nothing is impossible with God.
If u need special prayer you can leave your name.

belum jelas euy…relefansiny adounk
Comment by Henny.Siahaan — October 4, 2008 @ 9:10 am
hehehe kalau belum jelas … ya baca lagi ..
Comment by kingthunder — October 8, 2008 @ 11:11 pm
Bertobatah karena kerajan allah sudah dekat. maka jayalah negara ini kalau anda, saya dan elemen bangsa ini bertobat. GBU
Daniel
Comment by Daniel Bara Pa Ratu — October 24, 2008 @ 8:02 am
Amen .. thx bro Daniel.
Comment by kingthunder — October 25, 2008 @ 1:05 am